Bridging Culture & Future

Memahami Web3: Kesempatan dan Tantangan

Hai, bila kamu tiba di laman ini dan kamu sedang dalam proses mencari jawaban tentang “gimana sih caranya masuk ke Web3?”, artikel ini mungkin bisa menjadi teman berdiskusimu. Bila tidak, mohon maaf telah membuang sekian menit dalam hidupmu untuk sebuah kesia-siaan. Mari kita mulai.

Web3 adalah dunia yang mencerminkan banyak aspek dunia nyata, yang sering kali kita sebut sebagai Web2 atau real life (RL). Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan istilah-istilah dan sistem yang mungkin terasa asing di awal. Wajar bila kamu merasa bingung, frustrasi, atau bahkan skeptis—itu semua adalah bagian dari proses belajar.

Jangan paksa dirimu untuk langsung memahami semuanya sekaligus. Seperti bayi yang tidak langsung berlari, perjalanan di Web3 pun dimulai dari langkah-langkah kecil. Dan ya, kamu akan melakukan kesalahan. Tapi itu hal yang sangat manusiawi, dan bagian penting dari proses belajar.

Jika kamu selama ini mengira bahwa Web3 hanyalah soal crypto atau trading, kamu tidak sepenuhnya salah—tapi itu hanya sebagian kecil dari dunia yang jauh lebih luas. Web3 adalah evolusi dari internet yang memungkinkan pengguna memiliki kontrol penuh atas data, identitas, dan aset digital mereka. Dengan prinsip desentralisasi, Web3 menghapus dominasi platform besar, membuka ruang interaksi langsung yang aman, transparan, dan berdaya.

Di dunia kreatif, Web3 membuka peluang baru bagi seniman, musisi, penulis, desainer, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil. NFT, misalnya, bukan hanya tentang jual beli aset digital, tapi juga tentang cara membangun hubungan langsung antara kreator dan audiens. Bahkan, kini muncul DAO—komunitas digital otonom yang bisa digunakan untuk mengelola proyek seni atau budaya secara gotong royong. Artinya, Web3 bukan sekadar alat finansial, tapi juga alat transformasi sosial dan budaya.

Dalam ekosistem ini, ada prinsip penting yang disebut DYOR (Do Your Own Research), yang artinya kamu harus melakukan riset sendiri. Jangan hanya mengandalkan informasi dari orang lain. Cari, verifikasi, dan pahami informasi sebelum mengambil keputusan—baik itu membeli NFT, ikut DAO, atau menghubungkan wallet. DYOR mendorong kamu jadi pengguna yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.

Lalu, bagaimana cara praktis untuk mulai masuk ke Web3? Berikut adalah langkah-langkah awal yang bisa kamu coba secara bertahap:

Bangun Identitas Web3-mu

Di Web3, kamu bisa membentuk identitas yang berbeda dari dunia nyata. Ini bukan hanya soal gambar profil, tapi keseluruhan persona digital: nama alias, avatar, nama domain seperti .eth, dan reputasimu di komunitas. You are what you do. Apakah kamu kolektor NFT aktif? Musisi eksperimental? Kontributor DAO? Itulah identitasmu di Web3.

Identitas di Web3 sering kali dibangun dari:

  • Nama pengguna / alias (biasanya pseudonim),
  • Alamat wallet (misalnya: 0x1234…abcd),
  • Handle ENS (Ethereum Name Service) seperti namakamu.eth,
  • Profil NFT / avatar (biasanya berupa gambar NFT yang menjadi representasi visual kamu),
  • Reputasi atau kontribusi dalam komunitas (bukan gelar atau status di dunia nyata).

Anonimitas bukan keharusan. Beberapa kreator tetap menggunakan nama asli mereka karena ingin membangun kredibilitas sebagai diri sendiri—dan itu juga sah dalam Web3.

Identitas Web3 bisa berkembang — kamu bisa membentuk satu persona untuk aktivitas seni, dan persona lain untuk aktivitas komunitas atau teknis, sesuai kebutuhan.

Tidak seperti Web2 yang bergantung pada identitas real-life, di Web3 kamu dikenal lewat kontribusimu, bukan siapa kamu di dunia nyata. Tapi kamu tetap bebas memilih apakah ingin anonim, semi-terbuka, atau tampil sebagai dirimu sendiri.

Buat Wallet Web3

Wallet adalah alat utama untuk berinteraksi di Web3.

Jelajahi NFT Marketplace

  • Mulailah dengan platform seperti OpenSea, Objkt, Foundation, atau lainnya.
  • Beli NFT murah sebagai eksperimen awal, atau unggah karya pertamamu dan coba mint. Alami!
  • Kenapa penting? Ini langkah konkret untuk mulai berkreasi, bukan hanya jadi penonton. Upload karya pertamamu (ilustrasi, foto, puisi, musik). Bikin deskripsi yang jujur dan menarik.

Gabung Komunitas

  • X adalah terminal komunikasi utama para Web3 enthusiast, dan Space adalah fitur yang paling sering dipakai sebagai forum diskusi publik secara online. Kemudian, bila semakin intim/eksklusif, mereka pindah ke Discord atau Telegram. Di kedua platform tersebut, ada hirearki (inisiator, moderator, KOL, dst). Biasanya, menjadi tempat informasi A1 untuk project update, airdrop, dan seterusnya.
  • Aktiflah di Twitter/X, Discord, dan Telegram. Ikuti akun seperti @futuloka, @NFTindonesia_, @MyReceipTT dan banyak lainnya.
  • Komunitas adalah tempat terbaik untuk belajar bareng dan saling support.

Ikuti Event dan Twitter Spaces

  • Dengarkan diskusi-diskusi di Twitter Space.
  • Ikut webinar, pameran virtual, dan forum belajar lainnya. Banyak sekali yang gratis!

Pahami Istilah Dasar Web3

  • Gas fee: biaya transaksi.
  • CEX/DEX: platform exchange crypto.
  • DAO: organisasi komunitas digital.
  • Airdrop: distribusi token gratis untuk komunitas.

Eksplorasi, Bukan Terburu-buru

  • Jangan terjebak FOMO.
  • Jangan takut mencoba, gagal, dan mencoba lagi.
  • Pelajari fundamental, pahami konteks, dan kuatkan niat serta temukan minatmu sendiri dalam Web3.
  • Alami, alami, dan alami.

Futuloka adalah kumpulan manusia yang melakukan hal-hal di atas. Kami pun sering salah langkah, tapi kami belajar. Web3 adalah ruang yang terus berkembang. Dan kami percaya, bahwa dengan membaur dan melebur—kita semua bisa jadi bagian dari masa depan digital yang lebih inklusif dan bermakna.

Jangan ragu untuk menghubungi kami via akun X Futuloka bila kamu ada pertanyaan. Selamat menjelajah!